Belakangan ini saya beberapa kali ditanya teman2 tentang proses aplikasi ke US universities, terutama tentang proses penulisan esai. Saya agak kesulitan menjawabnya di chat atau di email karena rasanya banyak yang saya ingin share tentang topik ini – pengalaman saya sendiri, pengalaman kakak2 kelas yg saya tahu, dan apa yang ‘I wish I know’ tahun lalu. Mudah-mudahan membantu, dan feel free to ask or add di bagian comments! saya sesama murid, jadi take this advice with a grain of salt :)

essay adalah bagian penting dari aplikasi ke universitas US – inilah satu2nya tempat kamu bisa ‘berbicara’ ke orang-orang yang membaca aplikasi kamu. Ini tempat menunjukkan personality kamu, dan buat banyak orang, satu-satunya bagian aplikasi yang masih bisa kamu ubah di saat terakhir submission. di universitas2 seperti Stanford, banyak yang bilang essay adalah salah satu komponen terpenting, dibandingkan nilai rapor sekolah.

Timeline

Sebelum/selama menulis, carilah orang-orang yang mau membaca dan mengkritik essay kamu, a.k.a. proofreader (lihat bawah). Sisihkan sedikitnya 1 bulan sebelum deadline submission; tahun lalu,  saya mulai nulis first drafts untuk aplikasi yang due November sekitar liburan Lebaran (pertengahan September). First draft ini bisa banyak untuk masing-masing prompt, untuk aplikasi Stanford saya punya at least 2 draft dengan topik berbeda untuk setiap prompt. Coba biarkan 1-2 hari, lalu baca lagi untuk liat objectively apakah essay itu masih make sense, dan sesuai dengan citra diri yang mau kamu convey ke admission officers. Setelah itu, kirim essay itu ke proofreaders. Roughly, coba perbaiki / revisi essay2 itu seminggu sekali, setelah dapet feedback dari proofreaders. Sekitar 2 minggu sebelum deadline, baiknya kamu udah settle dengan 1 draft (tadinya mungkin kamu punya lebih dari 1 opsi topik/draft) untuk masing-masing prompt, supaya lebih fokus.

Kebanyakan orang punya gambaran tentang ‘level optimisme’ mereka terhadap universitas2 yang mereka daftar. Mari kita bagi jadi Reach (kamu pengen, tapi kok kayaknya sulit) Match (kayaknya cocok dengan kemampuan kamu) dan Safety (yakin pasti diterima). Bagi waktu kamu secara proporsional ke ketiga grup ini – saran saya : dedikasikan paling banyak waktu untuk sekolah-sekolah High Match – Low Reach, dan paling sedikit untuk Safety. biasanya kamu bisa pake lebih dari 1 essay untuk lebih dari 1 universitas dan ‘recycle’ essay itu dengan ganti2 nama, atau references (hasilnya jadi lebih general dan less specific)… lebih baik recycling untuk safety school daripada ke match atau reach schools.

Proofreader

Ini bagian penting dari nulis essay aplikasi – saya beruntung sekali punya awesome proofreaders yang  sangat berpengaruh mematangkan essay saya. Saran orang-orang yang bisa membantu:

  1. guru bahasa Inggris
  2. senior yang ada di universitas yang kamu tuju
  3. senior yang ada di US / english-speaking countries
  4. ahli di ‘bidang’mu (if applicable)

Nomor (2) dan (3) penting dalam memfeedback topik essay – apakah topik itu relevan dan nunjukin strength atau malah menjadi drawback dalam aplikasi kamu. Mereka lebih mengerti kultur / situasi di sana yang kita mungkin nggak tahu – misalnya, mungkin kamu mau menulis essay tentang ide kreatif kamu dalam mengadakan prom… tapi mungkin di US ide itu udah obsolete. Mungkin kamu mau menulis philosophical / argumentative essay yang, mungkin sangat bagus untuk standar Indonesia, tapi di sini yang high school studentsnya sudah sangat outspoken, termasuk lemah. (2), terutama, bakal memberikan insider-insight yang bisa membuat kamu masukin flavor2 atau tambahan2 yang menunjukkan kalo kamu match dengan kultur universitas tersebut (see below).

Nomor (4) penting ketika kamu sudah cukup yakin akan apa yang kamu mau pelajari. Untuk menunjukkan passion untuk bidang ini mungkin kamu mau menulis tentang hal-hal teknikal, seperti contohnya untuk prompt ‘intellectual vitality’ di suplemen Stanford. Kalo kamu mau melakukan ini, the facts better be right. jangan take chances, jangan percaya begitu aja sama apa yang 1 org bilang (kadang2 profesor ITB/UI/univ apa kek juga bisa salah), recheck technical points di essay kamu. Nomor (1) adalah proofreader terakhir buat saya – in the sense that, setelah kamu fixed dengan topik, tema2 dan general idea essaynya, baru di sinilah guru bahasa Inggris pegang peran penting untuk memproofread grammar, vocabulary, dkk. bukan untuk mengecek tema, topik, atau “apa di essay ini saya convey hal-hal yang benar ke admission officer?” Ini lebih tepat ditanyakan ke nomor (2) dan (3).

Dengarkan saran mereka dan pertimbangkan, tapi pilahlah yang mana yang baik diikuti yang mana yang kurang. Jangan pilih orang-orang yang bakal cuma bilang kalau essay kamu perfect – be happy ketika mereka punya banyak feedback dan kritik. Ask them to be as cruel as they can!

Sebelum Menulis….

Kenali universitas tempat kamu mendaftar – kenali mereka lebih dari sekedar ranking (they seriously don’t care) atau nama. Kenali kultur student life di sana, tipe pengajarannya, tradisinya. Kenali apa yang mereka inginkan dari prospective student. Kadang-kadang mereka bakal bilang secara spesifik/tertulis (seperti artikel MIT : The Match Between You and MIT), kadang-kadang kamu bakal dapet ini dari insider insights, atau less preferable, dari artikel2 tentang universitas itu. Pikirkan kenapa mereka menginginkan kamu, dan kenapa kamu menginginkan mereka. kenapa kamu belong. Step ini menurut saya penting. Essay2 ke MIT, essay2 ke Stanford dan essay2 ke Caltech, misalnya, akan jadi sangat berbeda, karena memang ketiga universitas ini sangat berbeda walaupun sama-sama top schools di engineering. Kasarnya dan generalnya, essay ke Stanford akan bilang, “Saya membangun start-up company sejak high school,” dan essay ke MIT akan bilang “saya menyelesaikan Riemann Hypothesis.” Nggak sejomplang itu, tapi ada perbedaan di fokus apa, sisi diri kamu yang mana yang mau kamu tunjukkan.

Menentukan topik

coba lihat essay-essay aplikasi orang lain yang bisa kamu akses. Kamu bisa dapetin ini di buku essay aplikasi, atau di website-website seperti essayforum.com, untuk dapet general idea yang lebih konkret tentang tema itu. take this with a grain of salt. ini ga berarti kalo essay kamu ‘beda’ dari tipe2 yang ada di sana, kamu salah.

hindari menulis banyak essay untuk 1 universitas dengan topik/tema yang sama. mungkin kamu peraih medali di olimpiade internasional. that’s cool, tapi kalau kelima essay kamu ke MIT semuanya membicarakan tentang bidang pelajaran kamu itu, kamu menjadi applicant yang nggak balanced dan one-dimensional. ketika kamu one-dimensional applicant, you’d better be really, really, really good at that one thing you do. perlihatkan ke-allroundedness kamu sebisa mungkin, pilih topik2 yang menunjukkan kalau  kamu orang yang punya passion, dan nggak cuma terkungkung dalam 1 hal aja. Big themes yang bisa dipakai : academic, sports, community service / social, leadership, hobby.

be interesting. be yourself. ini berarti ga menutup diri akan hal-hal yang mungkin buat temen kamu nggak ‘cool’, tapi kamu suka. ini berarti tulislah akan apapun yang kamu suka, walaupun mungkin itu nggak ‘college-banget’. saya nulis 1 full essay khusus tentang kesukaan saya ke The Beatles ke both Stanford dan MIT. Intinya, rasanya nggak ada topik yang ‘tabu’ untuk ditulis. even kalo kamu merasa passionate tentang ateisme, kamu bisa write tentang itu. atau kalo kamu evangelis, kamu bisa write tentang itu. selama itu kamu, dan itu cara pandang kamu, dan kamu uda melakukan hal-hal yang menunjukkan passion itu dalam perbuatan, feel free. jangan menulis tentang sesuatu yang kamu nggak bener2 suka, karena ingin impress admission officer. seringkali orang bisa ‘detect’ antusiasme dari apa yang kamu tulis.

hindari menulis tentang “saya ingin melakukan ini, saya berusaha keras melakukan ini, tapi sayangnya saya gagal. tapi saya senang sudah mencoba bla bla bla” atau bahwa kamu senang mencapai sesuatu yang not so good, karena kamu berusaha keras. jangan menulis tentang kelemahanmu. ketika prompt essay menanyakan tentang biggest failure (seperti salah satu prompt MIT tahun lalu), coba carilah kegagalan dibalik kesuksesanmu sekarang. tunjukkan kalo kamu melewati failure itu with a big win.

sadarilah apa yang menjadi daya tarik utama kamu untuk universitas, dan coba tulislah topik yang menyerempet hal-hal ini – apa yang mendorong kamu melakukan itu, challenge apa yang kamu lewati untuk mencapai itu, dkk.

cobalah berelasi dengan universitas. berelasi di sini maksudnya: punya personal experience secara langsung dengan universitas itu, dan nunjukin kalo alasan kamu ingin ada di sana itu lebih dari sekadar rank. ini bisa dengan banyak bentuk :

  • belajar programming dasar dari program Alice (Carnegie Mellon) atau Karel (Stanford)
  • ngikutin lecture menarik dari universitas tertentu lewat iTunesU
  • baca buku dari faculty universitas yang inspiring banget buat kamu. (salah satu buku favorit saya The Last Lecture-nya Randy Pausch, profesor CS di Carnegie Mellon)
  • pernah visit campus secara langsung?
  • punya saudara / teman / kenalan yang sekolah di sana, dan kamu terinspirasi dari dia? dapetin first-hand accounts yang banyak.
  • etc

Menulis

be yourself. seriously, ini advice terbaik yang bisa saya bilang… menulislah seperti kamu biasa menulis, jangan ikut2 gaya orang lain yang mungkin lebih cool, jangan mengedit tulisan kamu supaya jadi lebih ‘scholarly’, hindari pake thesaurus dan kata2 aneh. ini bukan SAT…. mereka bukan ngeliat seahli apa kamu nulis, tapi konten dari apa yang kamu tulis. essay kamu harus terasa seperti ‘suara’ kamu, personality kamu.

fokus, fokus, fokus. kalo udah nentuin 1 topik, stick to it. jangan sampe nulis 1 essay yang ngomongin both tentang bulutangkis dan programming. big no.

essay bukan tempat restating list activities dan achievements kamu. tulislah tentang sesuatu yang admission officer yang baca aplikasi kamu belom tau.

be specific. daripada berbicara tentang keseluruhan pengalaman, yang bikin essay tend to be terlalu general dan abstrak (dan cheesy),  lebih baik bicara tentang 1 occasion / conversation yang spesifik dan bagaimana itu mencerminkan kualitas kamu dan mempengaruhi hidup kamu. salah satu essay utama saya (common application yang panjang), bicara tentang kejadian yang berlangsung sekitar 10 detik. ketika pun berbicara tentang sesuatu yang general, kejadian/pembicaraan spesifik bisa jadi pembuka yang paling ampuh untuk ngasih personal touch ke essay itu.

berpikirlah dua kali sebelum menulis tentang filosofi/argumentative. mungkin itu sophisticated untuk ukuran di Indonesia, tapi ingat kalau abroad schools biasanya lebih terbiasa menulis hal2 ini daripada kita, dan biasanya udah baca literatur2 filosofi (Nietzsche, Plato, dkk) yang bakal buat esai kita kebanting.

usahakan agar tidak terlalu self-centered. sisipkan elemen2 teamworking dan bagaimana orang lain ikut membangun kamu.

be personal. coba cari pengalaman yang kamu banget dan ga biasa. atau lebih baik lagi kalau kamu bisa cari pengalaman biasa yang kamu analisa / bahas dengan cara pandang yang unik dan ga biasa.

Now… write! :)

14 Responses to US College Application Essay

  1. bre says:

    hi.
    gmn dgn achievements di bidang pendidikan yg kt dpt selama sekolah? peluangnya gmn sih veni kalo kt prnh menang di tgkt nasional doang. sdgkn kamu menang di IOI (silver).
    ditunggu to be continued-nya.

    • Angelina Veni says:

      penerimaan di sini holistic, jadi ga cuma ngeliat 1 sisi, jadi jawabannya sangat relatif – kegiatan lain di high school, nilai tes2 & sekolah, essay, dkk, jadi ga punya prestasi internasional ga berarti ga akan diterima, dan punya prestasi internasional juga ga berarti pasti diterima. tergantung universitas mana yang mau kamu daftar juga…

      essay-wise, mungkin kamu bisa deepen prestasi ini dgn ceritain struggle kamu dalam mencapai / mendalami itu, dan gimana itu means a lot buat kamu. jadi prestasi ga cuma jadi entri dalam tabel tapi jd ‘story’ yang bisa bikin orang lain simpati dan lebih menghargai itu.

      hope this helps!

  2. Anas says:

    ini nih yang dicari-cari
    ditunggu banget-banget lanjutannya.. hhe

    oh ya, biasanya kita bisa ngelampirin portfolio karya2 kita juga ga?
    maaf cuman pertanyaan dari orang awam.

    • Angelina Veni says:

      take this with a grain of salt ya, karena dulu gw ga lampirin portofolio…. tapi bukannya portofolio itu untuk yang art major? bisa aja sih lampirin di ‘additional information’. hati2 kasih tambahan informasinya, pertimbangkan level side projects orang2 yang daftar ke universitas2 besar. make sure tambahan informasi itu menguntungkan kamu :)

  3. [...] This post was mentioned on Twitter by Angelina Veni, Angelina Veni. Angelina Veni said: finished writing US College Application Essay: http://t.co/Y8pLMSk hope it helps! [...]

  4. adit says:

    nanya dong step by step dr awalnya

  5. breathintomysoul says:

    Hi angelina veni.

    Nice post and congratulation for ur enrollment in stanford,,
    Lemme’ ask you something..
    Since you are an A level student, when you get admitted, did you have to submit your A level score as well ?? How did it work-I meant most of unis in US doesn’t have connection with UCAS,right ?? Or you just straight away went to college with your acceptance letter ?
    FYI

  6. [...] programming dasar dari program Alice (Carnegie Mellon) [...]

  7. nissa says:

    dear veni…
    can u send me one of your essay, your succes essay….because I have nobody help me to give example of essay…thank u so much if u can help me.

  8. Peter says:

    Sedikit koreksi :a Riemann Hyphotesis adalah salah satu the greatest unsolved problems in pure mathematics , dimana Conjectures ini hampir berusia 150 tahun dan belum ada yang mampu membuktikan nya benar atau salah or proved/disproved, karena nya Clay Math Institute membuatnya dalam list unsolved problems bersama P VS NP problem,.Lagi pula kalau udah menyelesaikan Riemann Hyphotesis niscaya dapat Fields Medal, Abel Prize dan Millenium Prize problems, lantas buat apa lagi melamar jadi mahasiswa di MIT ??

    Peter

    • angelinavj says:

      @Peter – I know :) that’s just an expression to exaggerate common misconceptions about US application process (that MIT / Stanford people are out-of-this world crazy good).

  9. Peter says:

    Membuat US College Application Essay untuk Ph.D programme tergolong sukar dan ‘cukup menakutkan’ . Dan bahkan di Indonesia pernah ada rumour yang mengatakan bila seorang berminat melanjutkan ke Stanford,MIT atau Harvard harus masuk kategori exceptional dan sudah harus pernah ,menjadi coauthor atau memiliki publikasi di Jurnal selevel Nature, Rev Mod Phys atau Science . Namun saya pikir dan saya lihat fakta nya tidak seberat itu. Hemat saya bila ingin mengaply Ph.D programme di EECS,CSAIL ke MIT or Stanford sekalipun cukup memiliki beberapa publikasi di IEEE Transactions on Pattern Analysis and Machine Intelligence, IEEE Transactions on Image Processing, International Journal of Computer Vision,IEEE Transactions on Mobile Computing, Foundations and Trends in Communications and Information Theory, ATAU kalau mau apply ke Ph.D programe untuk kategori Physiscs di ACS Nano,Physical Rev Letter atau Physical Rev D sudah lebih dari cukup.

    Peter

  10. Peter says:

    Tapi saya juga khawatir, opini saya diatas salah . Karena bagi lulusan S1 PTN/PTS di Indonesia menjadi coauthor beberapa publikasi ilmiah di Jurnal seperti:
    1.Pattern Analysis and Machine Intelligence, IEEE Transactions
    2.ACM Computing Surveys
    3.Journal of the ACM
    4.IEEE Transactions on Evolutionary Computation
    5.Circuits and Systems for Video Technology, IEEE Transaction
    adalah teramat sulit

Leave a Reply to FX Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.